Menu

Jumat, 12 November 2021

Menerbitkan Buku Semakin Mudah Di Penerbit Indie


Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Tanggal : 12 November 2021
Resume : 18
Gelombang : 21
Tema : Menerbitkan Buku Semakin Mudah Di Penerbit Indie
Narasumber : Raimundus Brian P. S.Pd

November ceria... Ini adalah bulan kelahiranku
Empat puluh satu tahun usiaku sekarang
Banyak cerita hidup yang telah aku lalui dari dulu hingga sampai saat ini..
Suka.., duka,.. gelak tawa dan air mata terlukis menjadi satu dalam sanubari indah di relung hatiku..
Hidup ini selalu ku syukuri..
Walau kadang ada bisikkan nakal yang buat ku sedikit berputus asa..
Ucap syukur ku hanya kepada Mu ya Allah..
Ridhoi usia dan semua amal kebaikan yang telah aku lakukan ya Allah..

Jumat malam ini waktunya pembelajaran belajar menulis bersama PGRI, sedari sore sudah saya siapkan diri ini untuk selalu mengikuti pembelajaran sesuai jadwal yang telah ditentukan. Selepas santap malam bersama keluarga, saat azan sholat Isya segera saya tunaikan kewajiban sholat wajib malam ini, kemudian persiapkan diri bersama gadget menuju sukses. Pemateri malam ini seorang bapak muda yang memiliki banyak karya dalam dunia jurnalis yaitu Bapak Raimundus Brian P. S.pd. Bersama moderator malam ini seorang ibu yang selalu memberikan semangat dan contoh bagi kami dalam memulai untuk menulis, beliau adalah Ibu Rosminiyati, S.Pd.

Memulai pertemuan malam ini, Bu Ros memberikan pengantar awal perkenalan, bahwa Pak Brian adalah alumni menulis bersama Om Jay angkatan 4, hingga sekarang berkat ketekunan dan kemampuan menulisnya sudah menghasilkan banyak buku. Beliau merasakan banyak manfaat dari pelatihan ini, sehingga sekarang beliau membantu Omjay dalam mengurus pelatihan ini. Sungguh mulia tujuan Pak Brian yang berkeinginan para peserta pelatihan dapat menerbitkan buku solo sebagai syarat lulus dalam pelatihan ini.

Menurut Pak Brian dengan adanya topik materi malam ini diharapkan para peserta mengetahui bahwa sekarang ini menerbitkan buku itu mudah berkat adanya penerbit indie. Namun peserta juga harus memahami bagaimana ketentuan dan cara menerbitkan buku di penerbit Indie. Penerbit Indie melayani penerbitan buku tanpa seleksi. Hal ini mempermudah para peserta dalam menerbitkan buku sekarang ini. Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Erlangga, Grasindo, Elex media, Andi, dll. Berdasarkan penjelasan pak Brian, jiwa muda saya tertantang untuk menyelesaikan syarat lulus pelatihan dengan menerbitkan buku solo.

Dilanjutkan penjelasan berikutnya tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Jika naskah ditolak, harus coba penerbit lain. Ditolak lagi, coba penerbit lain lagi. Begitu terus sampai menemukan penerbit yang mau menerima naskah kita. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama. 1 tahun saja termasuk cepat. Kini ada penerbit Indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut
Naskah pasti diterbitkan ✅
Proses penerbitan mudah dan cepat ✅
Memang kalau di penerbit Indie, kita perlu keluar biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan. Kita membayar juga jika ingin mencetak ulang bukunya tapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan. Hem.... mendengar penjelasan dari Pak Brian saya merasa seperti gayung bersambut antara belajar menulis dengan syarat lulus serta ada penerbit Indie yang dapat memfasilitasi buku karya kita untuk diterbitkan. Rasanya dorongan ini semakin membuat saya untuk selalu menulis dan menulis, sehingga dapat melihat apa yang akan terjadi.

Menurut Pak Brian, beliau sudah menerbitkan beberapa buku solo pada beberapa penerbit, sehingga dapat menilai bahwa masing-masing penerbit tersebut ada kelebihan dan kekurangannya. Dengan begitu beliau merasa penerbit yang menerbitkan buku kedua saya lebih mending diantara lainnya dan tentu dengan harga terjangkau, yaitu penerbit Indie. Beliau mempunyai misi adalah membantu memberi jalan kepada para peserta untuk terhubung ke penerbit indie dengan biaya tidak terlalu mahal, tapi kualitas bagus. Jangan sampai biaya mahal sampai berjuta-juta membuat perserta mengurungkan niat menerbitkan buku. Penjelasan Pak Brian merupakan angin segar yang dapat mendorong peserta untuk menerbitkan buku.


Pak Brian juga menjelaskan kemudahan yang didapatkan dengan kita menerbitkan buku pada penerbit Indie, dengan harga terjangkau dan kualitas bagus kita dapat menerbitkan buku dan pasti terbit. Beliau juga menginformasikan bahwa naskah buku juga disertai kelengkapan naskah yaitu:
- cover ( judul buku dan nama penulis saja),
- Prakata,
daftar isi (tanpa nomor halaman),
profil penulis,
- sinopsis (3 paragraf. Masing-masing paragraf 3 kalimat)


Pak Brian juga mencoba membantu peserta untuk menghubungkan ke penerbit indie yang menerbitkan buku dengan Mudah, Cepat, Anti Ribet, dan Pasti Terbit Tanpa Seleksi. Penerbit rekanan yang dipilih merupakan penerbit di Malang, Jawa Timur dan sudah berpengalaman menerbitkan ratusan judul buku dengan kualitas cetakan buku yang memuaskan. Serta tetap dilengkapi dengan kelengkapan naskah:
- halaman depan ( judul buku dan nama penulis saja),
- prakata 
-daftar isi (tanpa nomor halaman), 
- profil penulis
- sinopsis
- Kelengkapan naskah dan isi naskah digabung dalam 1 file Word. Jadi jangan dipisah-pisah menjadi beberapa file
- File naskah dikirim dalam bentuk Microsoft Word 
- Proses penerbitan hanya 15-20 hari. Namun, tetap jangan memberi target kapan harus selesai. Karena naskah harus mengantri untuk diproses.

Pak Brian juga menjelaskan ketentuan dan biaya cetak ulang buku, cetak ulang minimal 5 eksemplar
Biaya cetak per buku tergantung jumlah halaman. Sebagai contoh: 100 hal A5 = 25.000, 130 hal = 28.000. 150 hal = 30.000
Khusus untuk paket 650 ribu, boleh minta master PDF. Begitu lengkap dan detil penjelasan Pak Brian tentang penerbit Indie. Pertanyaan peserta dalam belajar menulis malam ini dijawab dengan jelas lugas oleh Pak Brian sehingga membuat peserta semakin termotivasi untuk selalu menulis dan menulis sehingga dapat menghasilkan karya tulisan yang dapat diterbitkan oleh penerbit Indie.

Penjelasan beliau memberikan pencerahan kepada semua peserta, semoga kami dapat mewujudkan misi  Pak Brian dapat menerbitkan buku solo yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi semua orang. Terima kasih Pak Brian atas penjelasan materinya. Sedikit pantun dari saya untuk bapak..

Biji selasih ada di dalam kotak,
Buah duku batangnya terlilit,
Terima kasih saya ucap tuk Bapak,
Semoga buku hebat segera terbit.


Rabu, 10 November 2021

Mengenal Penerbit Indie


Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Tanggal : 10 November 2021
Resume : 17
Gelombang : 21
Tema : Mengenal Penerbit Indie
Narasumber : Mukminin, M.Pd

Saat malam kembali merayu buat mata menjadi sayu..
Hanyut larut sunyi dalam aroma dingin menusuk ragaku
Sekelibat tersentak lamunan redup cahaya bulan
Dering suara lembut sadarkan aku
Hai... kelas belajar menulis sedang menunggu
Lepaskan rasa penat hantui malam berbalut rindu.. pada Mu..

MasyaAllah.. tanpa terasa ini sudah memasuki malam ketujuh belas dari pelatihan belajar bersama asuhan Om Jay, sungguh takjub saya rasakan sampai sekarang masih terus bertahan sampai akhir pembelajaran selesai. Pemateri malam ini adalah seorang Bapak hebat dan baik yang memiliki banyak karya yang bermanfaat bagi orang banyak, beliau adalah Pak Mukminin, M.Pd. Moderator malam ini adalah seorang ibu cantik yang selalu memotivasi kepada peserta untuk selalu semangat, beliau adalah Bu Aam Nurhasanah. Materi malam ini adalah Mengenal Penerbit Indie.

Pak Mukminin seorang guru yang telah mendedikasikan pengabdiannya selama 32 tahun mendidik dan mengajar di SMP negeri 1 Kedungpiring Lamongan. Di usia 55 tahun beliau mulai berkiprah dalam dunia menulis, dan menghasilkan karya yang sungguh luar biasa. Banyak buku karya tulisan beliau yang memberikan manfaat bagi orang banyak. 

Menurut Pak Mukminin pada zaman melinial ini semua org bisa menulis dan menerbitkan buku. Baik sebagai pelajar, mahasiswa, pegawai, guru, dosen, maupun wiraswasta. Menulis dan menerbitkan buku itu mudah, tidak serumit yang kita bayangkan. Apalagi sebagai seorang guru pasti bisa menulis baik fiksi maupun karya ilmiah. Guru memiliki banyak kisah dan pengalaman inspiratif tersebut perlu kita tulis dan terbitkan buku menjadi yang bermanfaat bagi orang banyak. Pernyataan inilah yang memotivasi saya untuk selalu berusaha menulis dan menghasilkan buku solo yang menyematkan nama saya di sampul bukunya.

Malam semakin larut rasa dingin sangat menusuk karena cuaca malam ini diiringi hujan yang turun sejak siang harinya. Pak Mukminin melanjutkan materinya, menurut beliau untuk bisa terlatih menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan. Selain itu, perlu juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis. Berbicara motivasi, ada banyak kata-kata agar kamu terus semangat menulis. Melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya. Dalam mewujudkan itu memang butuh ketekunan, perjuangan dan juga tekad serta motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis. Sungguh sangat bijak Pak Mukminin dengan semua yang telah dikemukakan dapat memberikan stimulus positif bagi saya sebagai penulis pemula.

Pembahasan dilanjutkan dengan motivasi serta bagaimana cara menulis dan menerbitkan buku. Kata-kata Mutiara yang dapat menjadi motivasi diri:
* "Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib
* "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis". - Imam Al-Ghazali

Tahapan Cara Menulis dan Menerbitkan Buku yang Tepat. Menurut Pak Mukminin
Seorang yang ingin bisa menulis dan menerbitkan buku, maka perlu memahami tahapan menerbitkan buku. Ada 5 tahapan yg harus dilalui: 
1. Prawriting
a. Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dg peka terhadap sekitar ( Pay attention).
b. Penulis hrs kreatif menangkap fenomena yg terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.
c. Penulis banyak membaca buku.
2. Drafting
Penulis mulai menulis naskah buku sesuai yang dengan apa yang die
sukai ( pasion). Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya dg penuk kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.
3. Revisi
Setelah naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang, naskah mana yg perlu ditambahkan. 
4. Editting/ Swasunting
Setelah naskah kita revisi maka masuk tahapan editting. Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit, kan malu kalau banyak kesalahan. Maka penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EBBI. 
5. Publikasi  
Jika tulisan Anda yg berupa naskah buku sudah yakin maka Anda memasuki tahap Publikasi atau penerbitan buku.

Setelah memaparkan materu mengenai tahapan dalam menerbitkan buku, muncul pertanyaannya apakah Anda sudah mempunyai pandangan penerbit yg akan menerbitkan buku Anda? 
Jawabnya adalah penerbit Independen ( penerbit Indie) yg bapak suka. Di dalam grup ini ada 3 peberbit indie:
✓ Oase
✓ Gemala
✓ YPTD dan 
✓ Kamlia Press Lamongan.
Menurut saya jawaban beliau memang benar adanya. 

Melanjutkan materi berikutnya Pak Mukminin membahas supaya peserta,  sebelum menerbitkan buku marilah kita melek dulu tentang penerbit.
Ayo Melek Penerbit Buku (Penerbit Mayor dan Penerbit Indie) Penerbit buku ada macam, yaitu :
- pertama penerbit Mayor 
- kedua penerbit Indhie.
Perbedaannya antara keduanya adalah :
1. Jumlah Cetakan di penerbit mayor. 
# Penerbit mayor mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.
#Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.
2. Pemilihan Naskah yang Diterbitkan
# Penerbit mayor : 
Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.
# Penerbit indie : 
Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.
3. Profesionalitas
# Penerbit mayor : 
Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.
# Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).
4. Waktu Penerbitan
# Penerbit mayor : 
Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.
# Penerbit indie :
 Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.
5. Royalti
# Penerbit mayor : 
kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.
# Penerbit indie : 
umumnya 15-20% dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll
6. Biaya penerbitan
# Penerbit mayor : 
Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. 
# Penerbit indie : 
Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.

Penerbitan KAMILA PRESS LAMONGAN 
melayani cetak buku, dengan jasa ISBN, editing, Lay out, dan design cover buku dengan harga terjangkau. 
# Syarat-syarat penerbitan di KAMILA PRESS LAMONGAN:
1. Kirimkan naskah lengkap mulai judul, kata pengantar, daftar isi, naskahdaftar isi, daftar pustaka, biodata penulis dg fotonya dan Sinopsis 
2. Ketik A5 ukurannya 14,8 x 21 cm, spasi 1,15 ukuran fon 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2 cm, atas 2 cm dan bawah 2 cm. Gunakan huruf 
Arial, calibri atau Cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke WA sy atau email gusmukminin@gmail.com

Berikut ini rincian biaya cetak buku TERBARU ( TERJANGKAU) di KAMILA PRESS LAMONGAN
✓ Biaya Cetak buku A5, kertas "Bookpapar (coklat halus)", 
termasuk biaya ISBN, Layuot, edit, cover buku: 
A. 60 halaman: 
# Cetak 5 buku/ eksp. = 566.000
# Cetak 10 buku/ eksp. = 632.000, 
plus ongkir
B. 70 hlm:  
# Cetak 5 buku = 570.000
# Cetak 10 buku = 650.000,
. Plus Ongkir
C. 85 hlm : 
# Cetak 5 buku = 580.000
# Cetak 10 buku = 
660.000
D. 90 hlm:
# Cetak 5 buku = 600.000
# Cetak 10 Buku = 715.000
E. 100 hlm: 
# Cetak 5 buku = 635.000
# Cetak 10.Buku = 725.000
F. 125 hlm: 
# Cetak 5 buku = 650.000
# Cetak 10 buku = 751.000
G. 150 hlm= 
# Cetak 5 buku = 665.000
# Cetak 10 buku = 800.000
H. 200 hlm: 
# 5 buku = 695.000
# 10 buku = 841.000
I. 250 hlm:
# Cetak 5 buku = 725.000
# Cetak 10 buku = 900.000
J. 300 hlm:
# Cetak 5 buku = 753.000
# Cetak 10 buku = 957.000
# SETELAH CETAK 10 BUKU DENGAN JUMLAH HALAMAN DAN HARGA TERSEBUT, 
Lebihnya dihitung harga cetak ulang :
1. Cetak buku 60 hlm 
Harga @ 20.000
2. Cetak buku 70-75 hlm harga @21.000
3. Cetak buku 100 hlm. Harga @ 23.500
4. Cetak buku 140 hlm harga @ 27.000
5. Cetak buku 150 hlm @ 30.000
6. Cetak buku 250 hlm. Harga @ 40.000
7. Cetak buku 300 hlm. Harga @ 45.000

Begitu lengkap dan jelas materi yang disampaikan Pak Mukminin, membuat saya meyakini semoga dengan bergabung pada penerbit Indie membuat karya kita semakin sukses. Saya mengenal Pak Mukminin dari keikutsertaan saya dalam menulis Buku Antalogi puisi yang bertemakan tentang pahlawan hari sumpah pemuda dan hari guru.

Terima kasih Pak Mukminin atas materi yang telah disampaikan semoga saya dapat mewujudkan buku solo yang terbaik bersama penerbit Indie dan memberikan manfaat bagi orang banyak.

Bersamamu

Andai peluk dapat kuraih..
Mengapa jabat yang ku lakukan..
Andai cium dapat dirasakan
Mengapa kening tak kau sentuh dengan lembut
Andai cintamu kumiliki..
Mengapa harus diperjuangkan
Andai ragamu hanya untukku
Mengapa cinta tak diserahkan..
Hidup matiku hanya padamu
Jangan Allah dilupakan
Mari kita kunjungi Allah setiap waktu, saat malam sunyi orang tertidur lelap
Kita berdua bercengkrama dihadapan Allah..
Dalam doa dan keridhoan🤲🏻🤲🏻

Selasa, 09 November 2021

Lagu Krispatih

Bila kau bukanlah
Cinta sejati
Mungkin aku takkan
Pernah mengerti
Hati yang tulus
Setia yang indah
Dan semua yang terjadi
Antara kita
Maaf untuk semua
Cara yang salah
Sebentuk hatiku
Buat kekasihku
Mengiring rinduku
Yang selalu untuknya
Memang tak selalu
Ada yang terbaik
Dari diri ini
Namun ku yakin
Cinta ini tak kan pernah salah
Ku yakin dirimu
Hanya untukku
Selamanya

Lagu : Krispatih

Senin, 08 November 2021

Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis


Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Tanggal : 8 November 2021
Resume : 16
Gelombang : 21
Tema : Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis
Narasumber : Yulius Roma Patandean, S.Pd

Makan durian perutku jadi mulas,
Minum air hangat tanpa aroma,
Malam ini pertemuan keenam belas,
Tetap semangat bersama Pak Roma.

Pertemuan malam ini yang keenam belas, bersama pemateri malam ini adalah Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd seorang guru berprestasi yang memiliki kemampuan super dan mau berbagi ilmu dan pengalamannya, serta ditemani oleh moderator Bapak Dail yang selalu memberikan motivasi kepada peserta belajar menulis. Materi malam ini adalah Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis. 

Materi disampaikan oleh Pak Roma malam ini menurut saya merupakan materi puncak dari kesuksesan dalam pembelajaran menulis ini, karena beliau melalui channel YouTube nya mambagikan bagaimana cara menyusun buku secara sistematis. Dalam pembelajaran menulis ini peserta dapat dikatakan sukses dan berhasil apabila dapat menghasilkan karya buku solo dari hasil tulisan yang telah dibuat oleh masing-masing peserta. Karya buku solo yang dibuat dapat berupa kumpulan resume, cerita-cerita fiksi, bisa juga berupa puisi dan pantun.

Sebagai pembuka awal pembelajaran Pak Dail sebagai moderator membagikan pengalaman membuat buku kepada peserta, untuk menyusun buku, pastikan kita telah menyatukan semua naskah dalam satu file Ms Word. Gabungkan saja dulu semau naskah, urusan mengurutkannya, bisa belakangan. Jika naskah telah siap dalam satu file Ms Word, pastikan memberikan *JUDUL BUKU*. Mengapa? Judul akan memandu kita untuk mengembangkan, mengurangi atau menambah tulisan.
Setelah judul buku siap, buatkan *PRAKATA*, jika memungkinkan siapkan *KATA PENGANTAR* dari orang lain yang kita percayakan. Siapkan pula Sinopsis... kemudian kita sematkan foto terbaik di bagian Profil Penulis.

Setelah diawali pengantar dari Pak Dail, dilanjutkan Pak Roma membagikan materi yang beliau kemas ke dalam YouTube, sehingga memudahkan peserta untuk berulang ulang mempelajari dan memahami materi yang disampaikan. 
https://youtu.be/eePQwyHAcjw


Pada alamat link ini Pak Roma menjelaskan cara memasukkan daftar isi, kutipan, indeks, dan daftar pustaka secara otomatis. Dengan mempelajari YouTube ini semoga saya dan peserta yang lain dapat langsung mempraktekkannya, sehingga membantu dalam proses pembuatan buku solo.

Materi berikutnyanya disampaikan Pak Roma bisa juga menyimak tips lainnya di sini https://youtu.be/jXPr59aWJSc.



Dalam YouTube ini Bapak Roma menjelaskan cara membuat Judul, Bab, dan Sub judul tulisan pada naskah secara otomatis. Memang kecanggihan teknologi ini sangat mendukung pembelajaran di masa pandemi ini, semua pembelajaran dapat dilakukan secara daring melalui berbagai media sosial yang tersedia. Dengan menonton YouTube serta memahami materi yang disampaikan Pak Roma menambah pengetahuan saya mengenai proses penentuan judul dan lainnya, semoga dapat saya terapkan saat pembuatan buku solo saya.

Pemaparan materi selanjutnya ditampilkan pada YouTube berikutnya dengan link
https://youtu.be/mS8bfNZT-rA


Dalam YouTube ini dijelaskan cara membuat indeks tulisan, dimana indeks ini merupakan tulisan yang berupa istilah-istilah penting dalam buku yang kita tulis. Bapak Roma menjelaskan dengan rinci bagaimana cara membuatnya. Dikemas dengan jelas sehingga para peserta yang menonton YouTube dapat mempraktekkan secara langsung apa yang telah dipelajari.

Begitu penting materi malam ini, saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Roma, semoga ilmu yang diajarkan dapat kami praktekkan sehingga para peserta pelatihan menulis ini dapat menghasilkan buku yang berkualitas. Saya akhiri dengan sebuah pantun:

Lampu pijar banyak berwarna,
Saat makan hujan turun lebat,
Moga belajar menulis berguna,
Dapat hasilkan karya buku hebat.


Jumat, 05 November 2021

Malam

Malam... Bertalu talu suara rintik hujan saling sambut terdengar
Malam .. banyak cerita siang tadi yang ingin ku ceritakan di peraduan
Saat tubuh tersengat teriknya sinar mentari di waktu siang
Ku rindukan lembutnya sapaan rembulan
Ingin ku mengadu manja pada mu wahai sang purnama
Harap penuh cinta kau dengar kisahku, hingga terlelap dalam pangkuan gelapmu

Ku nantikan redup cahaya bulan dari kejauhan
Saat mata mulai terpejam dalam pekat malam
Bisikan nada indah mengalun di telinga..
Sayang... saatnya kita istirahat ucap bulan merayu penuh senyuman
Malam... Izinkan aku tenggelam bersama mimpi indah di malam ini..
Semoga esok kita jelang sinar mentari pagi..

Konsep Buku Non Fiksi


Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Tanggal : 5 November 2021
Resume : 15
Gelombang : 21
Tema : Konsep Buku Non Fiksi
Narasumber : Musiin, M.Pd

Jumat malam ada rasa bahagia selimuti hati..
Semilir angin bawa khayal ku terbang melayang
Singgahi kasih hati dilanda kasmaran
Bertemu kekasih yang telah dinanti dan setia menanti
Pertemuan malam ini degup lembut sapa kalbu
Lanjut bersua pemateri yang dinanti..
Moga kebersamaan malam ini bisa satukan hati ku, hati mu, dan hati kita semua...

Malam kelima belas, hem.... sapa ramah sang moderator Ms. Phia bangkitkan semangat muda ingatkan jaman sekolah dulu, bahwa setiap hari harus belajar. Ibu pemateri malam ini seorang ibu cantik, ramah, penuh pesona yaitu Ibu Musiin, M.Pd menyapa kami semua peserta belajar menulis dengan santun dan penuh sahaja. Materi yang dibahas malam ini adalah Konsep Buku Non Fiksi. Kesan pertama begitu menggoda, penasaran muncul untuk kelanjutannya.

Mengawali materi malam ini Ibu Iin bercerita bahwa beliau juga mengikuti pembelajaran menulis bersama Om Jay. Sekaligus memberikan semangat kepada semua peserta bahwa, berawal dari anggapan tidak bisa menulis, ternyata beliau justru dapat memenangkan tantangan Prof. Eko. Tantangannya adalah untuk menyelesaikan buku yang diterbitkan pada penerbit mayor dan terpampang bukunya di toko buku Gramedia. 



Betapa bahagianya andai saya bisa mengikuti jejak Bu Iin yang dapat menghasilkan karya gemilang seperti ini.

Bu Iin mengatakan, menurut Prof. Eko saya ibaratkan sebagai seorang Master Chef yang memberi kita banyak pilihan bahan masakan yang bisa kita olah menjadi berbagai jenis hidangan. Pilihannya ada pada diri masing-masing peserta. Bahan masakan yang disediakan Prof Eko, bisa kita peroleh di Prof EKOJI Channel. Seperti yang disampaikan Prof Eko, Bapak Ibu bisa menulis sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan, cerita, atau sesuatu yang dikuasai dan dicintai. Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki adalah bentuk buku yang ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan. Saya memiliki buku, Bapak Ibu juga memiliki buku, NAMUN buku tersebut MASIH belum lahir.
Berdasarkan kutipan ini saya dapat artikan bahwa apa yang kita tulis, sesuaikanlah dengan passion kita. Apa yang kita tulis harus memiliki ciri khas tersendiri dengan tidak mengikuti passion orang lain. Apa yang kita tulis juga harus disesuaikan kebutuhan pasar sehingga tulisan kita dapat diterima dipasaran.

Ibu Iin mengatakan bahwa menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis adalah keterampilan yang dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, semudah bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit. Benar apa yang dikatakan Bu Iin bahwa dengan mencoba menulis walaupun awalnya berat, setelah memulainya akan muncul rasa cinta untuk selalu menulis. Dalam memulai sebuah tulisan, kita harus menemukan alasan kuat mengapa ingin menjadi penulis. Bu Iin mengemukakan beberapa alasan seseorang ingin menjadi penulis adalah sebagai berikut:
1. Mewariskan ilmu lewat buku.
2. Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.
3. Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.
Dari beberapa alasan tersebut dapat kita jadikan alasan mengapa ingin menjadi penulis.

Seperti dalam kutipan terkenal dari Imam Ghazali dan Pramoedya Ananta Toer menjadi penguat mengapa beliau ingin menjadi penulis.


Dari kutipan ini mengisyaratkan bahwa pentingnya kita menulis, sehingga keberadaan kita dapat dikenang sepanjang masa. Niat saya semakin kuat, entah kita tidak tahu kapan ajal datang, tetapi dengan adanya karya tulisan kita dapat membuat nama kita dikenang oleh generasi penerus yang membaca karya tulisan kita.

Dengan ramah dan penuh kesantunan Bu Iin mengatakan dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) 
Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.
Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antar bab setara)
Sementara pola yang digunakan beliau dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster. Sehingga buku yang dihasilkan dapat berupa kumpulan-kumpulan tulisan yang disatukan menjadi sebuah karya tulisan.

Malam semakin berlanjut, Bu Iin melanjutkan bahasan materinya mengenai proses penulisan buku terdiri dari 5 langkah, yakni
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan
Diuraikan bahwa langkah pertama Pratulis yang terdiri dari :
1.1. Menentukan tema
1.2. Menemukan ide
1.3. Merencanakan jenis tulisan
1.4. Mengumpulkan bahan tulisan
1.5. Bertukar pikiran
1.6. Menyusun daftar
1.7. Meriset
1.8. Membuat Mind Mapping
1.9. Menyusun kerangka

Dalam memilih tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll. Beliau mengatakan dalam memilih tema kita sesuaikan dengan passion yang dikuasai. Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 
a. Pengalaman pribadi
b. Pengalaman orang lain
c. Berita di media massa
d. Status Facebook/ Twitter/ Whatsapp/ Instagram
e. Imajinasi
f. Mengamati lingkungan
g. Perenungan
h. Membaca buku
Serta banyak hal di sekitar bisa menjadi inspirasi untuk menulis sebuah buku.

Bu Iin bercerita bahwa tema yang diangkat dalam bukunya adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa, mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020
Referensi berasal dari data dan fakta yang  diperoleh dari literasi di internet. Pada saat beliau menulis di awal pandemi Covid-19, jadi semua referensi berasal dari internet. Referensi berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet. Yang dapat dijadikan referensi dalam pembuatan bukunya terdiri dari:
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal, nonformal, atau informal 
2. Keterampilan yang diperoleh secara formal, nonformal, atau informal 
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini 
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan

Setelah mengambil data dari referensi tersebut, tahap berikutnya membuat kerangka. Kerangka ini diajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.
BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital
BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet
Ini adalah daftar isi buku yang di oleh Bu Iin dalam bukunya yang bekerja sama dengan Prof.Ekoji. Beliau mengajarkan kepada peserta menulis untuk dapat mengambil ilmu yang telah beliau terapkan sehingga mendapatkan kesuksesan yang telah diraihnya.

Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, beliau mengikuti nasihat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau (https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be) menurut Bu Iin, Pak Yulius juga merupakan alumni gelombang 8 dan beliau yakin Pak Yulius akan memberikan materi kepada peserta menulis dengan Langkah sangat mujarab untuk menulis sebuah buku.
Dengan mengikuti langkah yang ada di YouTube Pak Yulius tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis.

Masih berlanjut materi malam ini Bu Iin menyampaikan anatomi buku nonfiksi. Yang pertama mengenai Anotomi Buku yaitu :
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis
- Langkah kedua
Menulis Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan
- Langkah ketiga
Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah
- Langkah keempat 
Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma

Dalam menulis tentu akan muncul apakah hambatan ketika menulis? Menjawab pertanyaan ini, hambatan-hambatan dalam menulis 
1. Hambatan waktu
2. Hambatan kreativitas
3. Hambatan teknis
4. Hambatan tujuan
5. Hambatan psikologis
Namun hambatan yang muncul akan ada  cara mengatasinya, yaitu
1. Banyak membaca
2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
3. Disiplin menulis setiap hari.
4. Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi memasak)
Hambatan yang kita temui dalam menulis dapat dialihkan dengan hobby kita yang lain, sehingga dapat mengurangi rasa jenuh kita dalam menulis, disaat sudah nyaman kita dapat memulai lagi dalam menulis.

Inilah pengalaman yang dibagikan Bu Iin kepada peserta, pesan yang terselip dalam pembelajaran malam ini, "Semoga ilmu yang sedikit ini bisa membantu Bapak Ibu menaklukkan tantangan untuk menulis buku non-fiksi". Saya ucapkan Terima kasih untuk Bu Iin atas materi yang telah disampaikan, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah, dan Ibunda Bu Iin segera membaik dan sehat.



Kamis, 04 November 2021

Hadirku

Hadirku... disambut hangat di mana pun ku berada
Bagai pelangi beri dunia penuh warna
Warna merah pertanda suka, kuning tanda bahagia, hijau tanda barokah, bahkan biru tanda haru membiru
Senyum simpul sampai tawa merekah bahagia kan semua..

Saat kita bersama harap bahagia selalu iringi langkah kita...
Harap indah pesona dunia terbayarkan ikhlas bahagia
Rangkul hangat sahabat penuh makna
Suka duka bahagia selalu bersama
Semoga sampai akhir Jannah Nya...

Rabu, 03 November 2021

Menulis Buku Terbaik Perpusnas


Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Tanggal : 3 November 2021
Resume : 14
Gelombang : 21
Tema : Menulis Buku Terbaik Perpusnas
Narasumber : Dr. Mudafiatun Isriyah, M.Pd

Malam ini merupakan malam ke empat belas, ada rasa penasaran semakin mengunggah hati, melihat prestasi para pemateri sungguh luar biasa, takjub, kagum dalam kesendirian itu yang saya rasakan. Malam ini pematerinya adalah seorang Ibu hebat, titisan RA. Kartini yang memiliki segudang prestasi. Beliau adalah Ibu Dr. Mudafiatun Isriyah, M.Pd dengan moderator Bu Aam Nurhasanah yang selalu memberikan motivasi kepada semua peserta agar selalu menulis, karena dengan menulis lihatlah apa yang akan terjadi, begitu yang beliau sampaikan.

Materi belajar menulis malam ini adalah sebuah Menulis Buku Terbaik Perpusnas, ini adalah prestasi luar biasa yang dimiliki oleh Ibu Muda. Dengan cerita yang beliau sampaikan dapat menulis dengan mengikuti program belajar menulis bersama Om Jay gelombang 4, beliau telah mendulang hasil dan kesuksesan, terbukti dengan berhasil meraih prestasi sebagai penulis buku terbaik perpusnas, dan bukunya kolaborasi dengan Prof. Ekoji dalam tantangan menulis buku satu minggu. Bukunya lolos seleksi penerbit mayor dan mendulang kesuksesan. Sebagai hadiah dari penulis buku terbaik beliau mendapat hadiah Rp. 20.000.000.

Ibu Muda menyampaikan bahwa menulis merupakan keterampilan untuk menuangkan ide dan gagasan secara tertulis. Menulis kreatif dapat didefinisikan sebagai proses menulis yang bertumpu pada pengembagan daya cipta dan ekspresi pribadi dalam bentuk tulisan yang baik dan menarik. Bu Muda membahas cara membuat teks deskripsi dari awal
dengan memilih dan menentukan objek yang akan dibahas. Setelah itu menentukan maksud dan tujuan dalam penulisan teks deskripsi. Selanjutnya
mengumpulkan sumber data dan informasi yang dapat membantu menggambarkan objek secara terperinci.
Barulah setelah semua selesai, dilanjutkan menyusun kerangka karangan dari data dan informasi yang sudah diperoleh.

Menulis biasa dilakukan pada media berbentuk kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif pada zaman Mesir Kuno.
Tulisan dengan aksara muncul sekitar 5.000 tahun lalu. Banyak orang dari Sumeria (Irak) menciptakan tanda-tanda pada tanah liat. Tanda-tanda tersebut mewakili bunyi, berbeda dengan huruf-huruf hieroglif yang mewakili kata-kata atau benda.

Kegiatan menulis berkembang pesat sejak diciptakannya teknik percetakan, yang menyebabkan orang makin giat menulis karena karya tulis mereka mudah diterbitkan. Sehingga seiring dengan perkembangan teknologi dan media, kegiatan menulis juga ikut berkembang pesat di dunia. Melalui media elektronik, setiap orang dapat memperoleh bahan penulisan dari internet. Hal ini membuat penulis menjadi lebih efisien dalam memanfaatkan waktu, biaya, dan tenaga untuk menulis. Saat ini penulis juga bisa berbagi semua tulisannya di manapun ia berada dengan menggunakan teknologi berbasis internet. Begitu juga dengan para pembaca, akan lebih mudah untuk melihat tulisan-tulisan penulis yang digemarinya.

Ibu Muda juga menjelaskan empat unsur yang perlu diperhatikan dalam menulis yaitu gagasan, tuturan, tatanan, dan wahana
- Gagasan merupakan topik yang dimiliki oleh sebuah tulisan. Sebuah topik berkaitan dengan pengalaman masa lalu atau pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Topik disajikan dalam kegiatan menulis dalam bentuk pendapat, pengalaman atau pengetahuan.
- Tuturan merupakan gagasan yang dapat dimengerti oleh pembaca tulisan. Jenis tuturan umumnya terbagi menjadi deskripsi, persuasi, narasi, argumentasi dan eksposisi.
- Tatanan merupakan kaidah yang harus dipenuhi ketika gagasan diungkapkan selama kegiatan menulis. Penulis harus menulis sesuai dengan tatanan yang berlaku dalam suatu tulisan. Sementara itu, wahana merupakan alat pendukung dalam menyampaikan gagasan dalam menulis.
- Wahana dapat berbentuk gramatika, kosakata dan retorika. Banyaknya wahana yang digunakan selama kegiatan menulis bergantung kepada tingkat penguasaan makna dan jumlah kata yang diketahui oleh penulis

Setelah selesai membahas empat unsur menulis, Ibu Muda melanjutkan penjelasan mengenai tujuan menulis. Beliau menjelaskan bahwa tujuan menulis terdiri atas :
# Menulis secara umum memiliki tujuan untuk memberikan arahan, menjelaskan, menceritakan, meringkas dan meyakinkan pembaca melalui isi tulisan. Pembaca dapat memperoleh arahan mengenai sesuatu melalui tulisan dalam bentuk pedoman, petunjuk atau informasi. 
# Menulis dengan tujuan menjelaskan bermakna bahwa tulisan memberikan suatu informasi yang perlu diketahui oleh pembaca. Menulis juga dimaksudkan untuk menceritakan suatu kejadian yang pernah terjadi dalam bentuk informasi. 
# Menulis untuk meringkas berarti bahwa menulis dapat dilakukan untuk mempersingkat isi tulisan yang telah ada menjadi lebih ringkas tanpa menghilangkan gagasan yang ada di dalamnya.
# Menulis untuk meyakinkan pembaca berarti tulisan dibuat untuk membuat pembaca menyetujui atau sependapat dengan gagasan yang tertulis.

Selanjutnya Bu Muda membahas bahwa dalam menulis juga ada tingkatannya, hal ini dikarenakan penulis memiliki kemampuan menulis yang berbeda-beda, dan pada umumnya dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan dari penulis atau kemampuan dan kebutuhan dari pembaca tulisan. Selanjutnya Berdasarkan tingkat keseriusannya, menulis dibedakan menjadi dua : 
- Menulis serius, dapat dikatakan serius karena dalam menulis diperlukan tingkat kecermatan dan konsentrasi yang tinggi. Sebagai contoh menulis karangan.
- Menulis santai, sebaliknya, kegiatan menulis santai merupakan kegiatan menulis yang hanya membuat tulisan sekadarnya saja dan tidak diperlukan konsentrasi yang tinggi. Contohnya adalah menulis pesan singkat atau chat di mesdsos.

Begitu banyak materi yang disampaikan Bu Muda tentang menulis, kemudian beliau menyampaikan bahwa dalam kegiatan menulis juga sering ditemui faktor penghambat. Pada umumnya penghambatnya adalah akibat adanya keraguan penulis terhadap tulisan yang ditulisnya. Hal Ini dapat menimbulkan Bentuk keraguan menulis berupa kecemasan terhadap tulisan yang dihasilkan, kehabisan gagasan dan ketakutan akibat persaingan ide dengan penulis lainnya. Kecemasan terhadap tulisan yang dihasilkan juga menimbulkan kecemasan mengenai kelayakan tulisannya dalam sudut pandang pembaca serta kesesuaiannya dengan selera pembaca. 
Sementara itu, kehabisan gagasan umumnya terjadi akibat stres kerja yang diakibatkan oleh sedikitnya kegiatan rekreasi yang dilakukan oleh penulis. Penyebab keraguan-keraguan ini umumnya adalah pemikiran-pemikiran yang tidak rasional dan berlebihan. Harapan dari Bu Muda adalah tidak keraguan lagi dalam hati peserta dalam menulis karena peserta sudah mengikuti uraian pembelajaran dalam program menulis ini.

Bu Muda juga menjelaskan mengenai Novelty. Maksud Novelty adalah unsur kebaruan atau temuan dari sebuah penelitian. Penelitian dikatakan baik jika menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi keilmuan maupun bagi kehidupan. Novelty tidak boleh copas tulisan temannya alias proses plagiasi. Sebaiknya semua yang merupakan milik kita, segera luncurkan dalam bentuk tulisan dan diterbitkan menjadi sebuah buku. Inti dari Novelty buku adalah Social Presence, apa social presence yaitu kehadiran pembaca di dunia maya.

Begitu lengkap materi yang disampaikan Bu Muda sepanjang malam ini, harapan saya, semoga dengan pembelajarn menulis bersama PGRI akan menciptakan semangat dalam menghasilkan karya berupa buku-buku yang berkualitas. Terimakasih Bu Muda atas materinya, semoga saya dapat mewujudkan cita-cita saya untuk membuat buku solo, dengan terukir nama saya di sampul depan bukunya.


Senin, 01 November 2021

Proofeading Sebelum Menerbitkan Tulisan

Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Tanggal : 1 November 2021
Resume : 13
Gelombang : 21
Tema : Proofeading Sebelum Menerbitkan Tulisan
Narasumber : Susanto, S.Pd


Hari yang telah dilalui sungguh terasa singkat
Dari pagi ke siang, siang ke sore hingga malam begitu cepat berlalu
Hari ini Senin, tak terasa Selasa, berlanjut Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu bahkan Ahad tak terasa berlalu
Tak ada kata hanya duduk termangu..
Setiap saat selalu berjibaku dengan rutinitas yang buat lupa waktu...
Padahal.. hidup di dunia hanya tinggal menunggu..
Menunggu waktu kapan akan bertemu
Pemilik raga dan hati ini..

Sepenggal puisi di atas sebagai pengingat apalah arti hidup ini bila hanya dunia yang kita kejar, tetapi lupa akhirat kehidupan abadi. Hari ini dari pagi sampai sore bahkan senja hampir terlewati barulah saya akhiri aktivitas di luar rumah dan menjelang magrib bisa bertemu dengan dua anak gadis manis yang telah menunggu di depan pintu.

Jam 19.00 WIB sudah ada sapaan dari Bu Ros di wa grup belajar menulis, karena beliau sebagai moderator dan pemateri malam ini Bapak Susanto, S.Pd dengan tema Proofeading Sebelum Menerbitkan Tulisan. Dengan seksama ku telaah apa itu Proofeading..? karena baru pertama saya mendengar istilah ini.

Sebelum memulai materi Bapak Susanto menyampaikan tujuan belajar pada malam ini adalah : Setelah membaca, menyimak, dan/atau menyaksikan video tentang proofreading dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, peserta dapat:
1. Menjelaskan pengertian proofreading
2. Menjelaskan hal-hal yang menjadi objek proofreading 
3. Melakukan proofreading menggunakan KBBI dan PUEBI Daring sebagai alatnya.

Bapak Susanto mengatakan bahwa proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut. *kesalahan* yang dimaksud di sini termasuk kesalahan *penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata. Perlu juga diketahui bahwa proofreading *tidak sekedar* menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga *logika dari sebuah tulisan*, apakah sudah masuk di akal atau belum. Jadi, *tugas seorang proofreader* bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa *diterima logika dan dipahami.*

Barulah sedikit saya mulai memahami apa itu proofeading. Sebagai seorang proofreader menurut Bapak Susanto harus dapat mengenali:
- apakah sebuah kalimat efektif atau tidak
- susunannya sudah tepat atau belum
- substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak. Proofreading adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan. Oleh karena itu, kegiatan ini sesungguhnya adalah kegiatan akhir setelah tulisan diselesaikan. Lakukan proofreading HANYA DAN HANYA JIKA tulisan sudah selesai, naskah buku sudah selesai

Bapak Susanto juga menasehati kapada Para Guru Menulis, "Tulis saja, jangan pedulikan teknis. Salah _nggak papa_ mumpung ide masih mengalir. Jika sudah selesai, barulah kita lakukan editing."
Berdasarkan nasehat Bapak Susanto diharapkan sebagai penulis, menulis lah setiap hari, karena dengan menulis kita dapat mengasah ide kreatif dan selalu menghasilkan karya inovatif setiap hari.

Proofreading dilakukan oleh penulis, jika naskah sudah selesai dan setelah naskah diendapkan beberapa saat, sehingga ia dapat berperan sebagai calon pembaca yang dapat melihat di mana kekurangan atau kesalahan dalam tulisan tersebut.
Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam Proofeading yaitu :
@ Langkah Pertama
Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian.
@ Langkah Kedua
Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks. 
@ Langkah Ketiga
Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.
@ Langkah keempat
Hindari kesalahan yang tidak perlu misalnya *_typo_* atau kesalahan penulisan kata dan *singkatan kata.*
Sedikit bahkan tidak adanya kesalahan penulisan (typo) akan membuat pembaca nyaman. *Kesalahan lain misalnya*, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.

Untuk ini, penulis mestilah menguasai EYD (sekarang PUEBI) dan kata-kata baku di KBBI
1. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI & PUEBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3. Konsistensi nama dan ketentuannya
4. Perhatikan judul bab dan penomorannya
*Cara mudah melakukan proofreading terutama pada ejaan*
- Setelah tulisan di blog selesai, buka jendela draft, dan buka juga jendela pratinjau.
- Baca tulisan pada jendela pratinjau
Jika ada kesalahan penulisan, blok kata yang salah lalu di *copy*
- Setelah itu buka jendela draft, tekan tombol CTRL + F
- Tempelkan salinan tadi di kolom pencarian CTRL + V
- Akan muncul highlight tulisan, kita lakukan perbaikan, setelah itu klik tombol simpan atau CTRL + S
- Buka jendela pratinjau, kemudian *refresh* atau tekan tombol F5
Inilah ilustrasi menggunakan Wordpress dengan mode penulisan Classik yang disampaikan Bapak Susanto.

Begitu lengkap materi yang disampaikan Bapak Susanto, barulah saya mengetahui apa itu Proofeading dan langkah-langkah dalam melakukannya. Beberapa pertanyaan dari peserta dijawab sangat jelas dan disertakan contoh oleh beliau, sehingga bertambah jelas materi yang disampaikan. Terima kasih atas materi yang disampaikan Bapak, semoga ilmu yang disampaikan dapat dimengerti dan dipraktekkan dalam melakukan Proofeading dalam tulisan kita masing- masing sebagai penulis dalam pembelajaran ini.