Menu

Rabu, 17 November 2021

Menulis Autobiografi


Judul : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Tanggal : 17 November 2021
Resume : 20
Gelombang : 21
Tema : Menulis Autobiografi
Narasumber : Suparno, M.Pd

Beli kuini dan belimbing buluh,
Jalan ke kota dengan Rano karno
Malam ini materi kedua puluh,
Bersama Bu Ralista dan Pak Suparno.

Malam ini pembelajaran yang akan saya ikuti adalah malam kedua puluh. Tanpa terasa pembelajaran malam ini sudah 20 kali pertemuan yang telah saya ikuti. berbagai macam rasa dan perasaan yang menghiasi pembelajaran di setiap malamnya. Ada perasaan bahagia, berdebar, kebingungan bahkan sampai menahan rasa kantuk yang dialami karena saya merasa apabila belum mengumpulkan resume, saya merasa pekerjaan saya belum selesai. Materi malam ini disampaikan oleh seorang Bapak kepala sekolah SMP negeri 2 Karangrejo Magetan, yang memiliki banyak prestasi serta karya-karya hebat yang dapat memberikan manfaat kepada orang banyak beliau adalah Bapak Suparno, M.pd dengan tema malam ini adalah menulis Autobiografi, dan yang menjadi moderator malam ini adalah ibu Ralista yang merupakan alumni menulis gelombang 20.

Pada awal pembelajaran ibu moderator memperkenalkan CV Suparno sebagai bapak pemateri. Kita dapat membacanya melaui alamat http://suparnomuhammad.blogspot.com/2021/06/cv-suparno.html?m=1
Selanjutnya Bapak Suparno menjelaskan materi pembelajaran malm ini, mengenai Autobiografi. Menurut penjelasan beliau Autobiografi atau otobiografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh dirinya sendiri. Dalam bahasa Inggris, istilah autobiography pertama kali digunakan oleh penyair Robert Southey pada 1809. Namun, bentuk otobiografi sendiri sudah ada sejak zaman kuno.
Kalau riwayat hidup itu ditulis oleh orang lain namanya biografi. Kita tidak tahu berapa umur seseorang, kita tidak tahu kapan ajal datang, maka menulislah buku biografi agar anak cucumu tahu sejarah perjalanan kehidupanmu. Benar apa yang telah dikatakan Pak Suparno, bahwa kita perlu menulis Autobiografi, paling tidak orang lain dapat mengetahui cerita hidup kita sehingga dapat memberikan motivasi dalam hal positif. Berguna juga sebagai sejarah bagi silsilah keluarga, sehingga keturunan kita dapat mengetahui cerita siapa saja yang merupakan garis keturunan kita. 

Bapak Suparno sedari kecil memiliki hobby membaca, buku biografi pertama yang pernah dibaca sewaktu kecil adalah Biografi Thomas Alva Edison, manusia cerdas yang dapat menghasilkan karya yang bermanfaat bagi manusia sampai sekarang ini tentang penemuan generator listrik. Beliau juga pernah membaca Biografi Jendral Sudirman, dan banyak tokoh lain yang memiliki pengaruh hebat dalam peradaban dunia. Sehingga cerita orang orang hebat itu menginspirasi, KH. Usairon mengatakan cerita orang orang sholih itu meningkatkan iman, oleh karena sangat disayangkan bila kesuksesan yang dapat diraih seseorang apabila tidak ditulis dalam biografi. Hal ini dimaksudkan agar bisa menginspirasi bagi orang lain. Menginspirasi keluarga dan keturunan kita. Suatu saat pasti ada diantara anak cucu kita yang cinta pada ilmu pengetahuan dan ingin tahu sejarah perjalanan kehidupan nenek moyangnya. Di saat itu buku biografi sangatlah berharga sebagai cerita silsilah keluarga dan memotivasi generasi selanjutnya.
Dari sejarah perjalanan kehidupan kita, anak cucumu bisa belajar betapa untuk mencapai kesuksesan itu butuh perjuangan yang luar biasa, jelas Pak Suparno dengan lugasnya. Sehingga memotivasi kita untuk menuliskan perjalanan hidup kita.

Bagaimana Langkah menulis Autobiografi, menurut Pak Suparno adalah :
1. Mulailah dengan membuat outline. Atau kerangka tulisan. Sehingga dengan membuat kerangka tulisan memudahkan kita dalam menulis. Beliau mengatakan baiknya kita jangan hanya membaca Autobiografi orang-orang ternama saja, tetapi kita juga perlu membaca buku biografi orang-orang yang selevel dengan kita, sehingga kita juga termotivasi menulis Autobiografi kita. Misalnya dimulai dari menceritakan masa masa sekolah TK, SD,SMP,SMA, Kuliah, Bekerja, menikah, punya anak, pergi jauh, ke luar kota, luar negeri dll. Hal ini membuat orang lain dapat mengenali siapa diri kita.
2. Membuat jadwal menulis, taatilah jadwal yang telah kita Buat. Kita harus menulis sesuai dengan pembagian waktu yang telah kita buat, sehingga tidak menggangu kegiatan yang lainnya. Dalam menulis Autobiografi kita dapat menceritakan masalah-masalah yang pernah dihadapi, kenangan pahit, kenangan indah, dan lainnya.
3. Menyiapkan data data pendukung, misalnya foto, buku diary, dan lainnya.
Menurut Pak Suparno, setelah itu kita bisa mulai menulis per outline atau per judul. Tulislah mengalir saja jangan diedit dulu, walaupun ada kesalahan biarkan saja, terus menulis sampai selesai. Tulislah dengan pikiran dan perasaan, dengan akal budi dari hasil merenung yang dalam maka pikiran kita akan terbimbing oleh ilham yang mengarahkan. Ketika Bapak Ibu menulis kadang muncul ilham atau ingatan sesuatu yang pantas ditulis. Tuliskan saja judulnya, dibuku yang berbeda. Kemudiaan segera kembali fokus ke outline. Agar tampilan buku tampak menarik dan menginspirasi, jika dalam suatu judul ada frase, atau kata-kata mutiara yang menginspirasi bisa dituliskan di atas, sebelum uraian tulisan. Setelah semua judul sudah terbahas kemudian sisipkan judul yang terjeda tadi sesuai dengan urutan sejarah perjalanan kehidupan kita.
4. Makukan editing mulai awal hingga akhir. Setelah buku autibiografi selesai ditulis mintalah orang lain yang Bapak Ibu percaya untuk menjadi editor yang berkaitan dengan ejaan, tata bahasa dan lain-lain
5. Membuat cover buku yang baik, mintakan kata pengantar pada tokoh-tokoh terkenal semoga membawa keberkahan. 

Ini buku autobiografi Pak Suparno yang berjudul "Perjuangan Hidupku", buku ini berisi motivasi agar anak muda itu semangat kerja, semangat belajar, dan semangat berdoa. Sungguh buku yang sangat menginspirasi kepada saya dan bagi peserta dalam belajar menulis ini.
6. Kirimkan pada penerbit yang kita percaya untuk menerbitkan buku Autobiografi kita. Inilah langkah-langkah yang dijelaskan Bapak Suparno dalam menulis Autobiografi, sehingga dapat memudahkan bagi peserta belajar menulis dalam membuat buku Autobiografi.

Berdasarkan penjelasan materi yang disampaikan Bapak Suparno, barulah saya pahami pentingnya kita menulis buku Autobiografi kita, sehingga kita dapat memberikan semangat, motivasi, kepada generasi muda penerus bangsa, tentang hal apa yang telah kita raih dalam menjalani kehidupan ini. Bagi keturunan kita, mereka dapat mengetahui cerita hidup kita sebagai generasi sebelumnya dan bisa memberikan penjelasan mengenai silsilah keluarga. Supaya mereka dapat mengetahui asal usul keturunan keluarganya. Dalam menulibuku Autobiografi kita juga perlu memasukkan kata mutiara sebagai penghibur hati bagi pembaca, dan terkesan ada nasehat yang disampaikan.

Begitu lengkap materi yang disampaikan oleh Bapak Suparno tentang Menulis Autobiografi, semoga dengan menulis setiap hari kita dapat melihat sebuah keajaiban terjadi di dalam diri kita pribadi. Terima kasih atas semua materi yang disampaikan pak. Sedikit pantun untuk Bapak : 

Biji selasih hitam warnanya,
Banyak rasa dalam minuman,
Terimakasih atas ilmunya,
Moga bisa saya praktekkan.




6 komentar: