Menu

Minggu, 10 Oktober 2021

"Pisang Goreng"

 
Banyak anak suka main kelereng,
Rani menangis mau main tali,
Memang enak makan pisang goreng,
Rasa manis gurih enak sekali.

Pagi cerah cuaca bersahabat hingga membuat rasa nyaman di hati. Disela-sela aktivitas pagi hari untuk menyiapkan sarapan pagi hari ini. Terdengar sayup karena agak berjauhan, aku berada di dapur sementara suamiku berada di halaman belakang rumah sambil memberikan makanan pada hewan piaraan yang sudah beberapa bulan berada di halaman belakang rumah. " Ma... Mama... kite ke pasar Yo, beli pisang" begitulah  panggilan dari suamiku kepadaku mengajak untuk pergi ke pasar. menyapaku.. 

Tak berapa lama kemudian suamiku sudah mengeluarkan motor dari gerbang dan menungguku ganti pakaian untuk pergi ke pasar. Akhirnya kami berangkat berdua naik motor untuk menuju tempat tujuan yang awalnya sudah dibicarakan. Kira-kira tujuh menit sampailah kami ke warung tempat jual pisang kepok atau pisang tembatu biasa orang menyebutnya. " Yuk berape harge pisang e" sapaku kepada seorang ibu penjual pisang. " Lime belas ribu sesisir e" itu jawaban penjual pisang.

Kemudian aku beli pisang satu sisir setelah membayar uang, kami melanjutkan perjalanan sambil melihat-lihat toko yang menjual bahan yang dibutuhkan untuk membuat pisang goreng seperti gandum mentega dan minyak goreng. Setelah dirasa cukup semua bahan kami beranjak pulang untuk mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam membuat pisang goreng.

Sesampai di rumah segera dengan cekatan ku mempersiapkan peralatan yang digunakan untuk membuat pisang goreng dibantu anak sulungku untuk menggoreng pisang yang adonanya telah disiapkan. Kusiapkan wajan penggorengan dan kumasukkan minyak goreng secukupnya setelah minyak lumayan panas kumasukkan adonan ditambah pisang untuk digoreng. Beberapa saat kemudian pisang goreng sudah berwarna kuning keemasan dan siap diangkat dan dihidangkan..

Bersama keluarga menyantap pisang goreng selagi hangat ditemani secangkir teh harum wangi sangatlah nikmat. Sarapan pagi penuh makna dan rasa bahagia tercipta di saat kita dapat menikmatinya bersama keluarga tercinta.. "Ma.. pisang goreng nya enak, nanti buat lagi ya ma" gurau anak bungsuku yang sangat menyukai masakanku...

"SEMANGAT"

Hari demi hari telah terlewati..
Tatap sahabat semua penuh arti
Saling motivasi bangkit kan semangat diri
Maju bersama rintangan akan dilewati

Sosok motivator di depan nyata terbukti
Hasil karya jelas dapat dinikmati
Semua orang ramai memuji
Bagaimana dengan diri ini...
Bagai manusia papah akan santunan
Bimbingan petunjuk sangat diharapkan

Lembar-lembar perjalanan sudah mulai dilalui
Ada ragu tersembunyi menyelinap lewati mimpi indah khayal bahagia
Akan ku raih mimpi indah itu...
Jangan ragu untuk maju, semilir angin berbisik merayu semangat ku

Songsong sukses berjibaku sampai langit biru
Semua bisa... Aku harus bisa 
Gapai asa gantung cita-cita aksara
Keberhasilan diraih masa depan cerah menanti di pelupuk mata..




Jumat, 08 Oktober 2021

"MALAM"

Malam ini indah sekali
Berpadu dua hati dalam cerita indah penuh makna
Semilir angin menuju harapan berkhayal nyata
Saat jemari tinggalkan lukisan di cakrawala

Aku tertegun terdiam dalam manis senyum tersipu
Bahagia terpancar berpaut rindu tak kelabu
Suasana bagai bulan bersanding lembayung malam
Ku temui semangat gelora bakar ragu ku

Yah.... Hari sudah larut malam
Yah.... Aku kan tenggelam dalam gelap malam
Yah.... Ku temui mimpi indah berselimut bintang
Yah.... Izinkan cinta datang di peraduan

Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku

Judul :  Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Resemu ke : 3
Gelombang : 21
Tanggal : 8 Oktober 2021
Tema : Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku
Nara Sumber : Rita Wati, S.Kom

Malam ini cuaca sangat bersahabat angin sepoi berhembus melenakan mata yang sudah mulai sayu karena keletihan dengan rutinitas dari pagi hingga menjelang magrib. Setelah menyiapkan santapan malam ini saya sudah mengatur posisi duduk dikursi sambil senderan, dan siap belajar materi malam ini yang menurut saya begitu menantang adrenalin. 

Tema malam ini adalah "Membongkar Rahasia Menulis Hingga Menerbitkan Buku". MasyaAllah... tema ini keren sekali menurut saya, karena dibalik keikutsertaan saya belajar menulis pada gelombang 21 adalah membuat buku solo. Suatu hari alangkah bahagianya hati saya mendapat buku solo dari sahabat terbaik saya yang sudah terlebih dahulu mengikuti belajar menulis yang diprakarsai Om Jay, yang berjudul " Let's Writing" karya Derliana, S.Si.

Satu demi satu halaman saya baca, bahasanya simpel dan mudah dipahami, menceritakan pengalaman yang dialami secara lugas namun berkesan. Muncul keinginan besar di dalam hati untuk dapat mengikuti jejak "Yuk Derli" sapaan ku padanya. 

Sehubungan dengan materi malam ini rasanya sangat tepat apa yang saya cita- citakan bergayung sambut dengan materi yang disampaikan Ibu Rita Wati, S.kom yang cerdas dan bersahaja dengan moderatornya bapak yang baik hati yaitu Pak Dail. Dalam materinya Bu Rita menyampaikan bahwa " Bapak/ibu tentukan dulu apa *tujuan/ motivasi bapak/ibu menulis*, apa hanya sekadar mau belajar, hobi,  atau karena keterpaksaan salah satu persyaratan naik pangkat,  bisa jadi karena ingin mendapatkan uang".

Terketuk hati saya, apa sebenarnya tujuan saya belajar menulis, dalam benak saya berpikir, untuk mendapatkan uang rasanya jauh sekali karena saya merasa tulisan saya biasa-biasa saja. Berdasarkan pengalaman teman saya, Saya mengambil kesimpulan tujuan saya menulis adalah untuk membuat sebuah buku solo yang di sampul depannya akan tertera nama saya.

Menurut Bu Rita, " Menulis saja apa yang ada dalam pikiran". Langkah-langkah adalah :
1. Tuangkan saja apa yang ada dalam pikiran kita, jangan ditunda-tunda". Hal ini memancing keinginan saya semakin besar untuk mencoba menulis apa yang saya pikirkan, misalnya membuat puisi, pantun, apa saja dalam pikiran saya saat itu.

2. Latih menulis setiap hari dimulai dari 100 kata kemudian meningkat 150 kata naik lagi menulis *pentigraf* (menulis tiga paragraf) hingga pada akhirnya bisa menulis 1000 kata perhari. Saya memulai untuk mencoba di waktu senggang menulis puisi yang menggambarkan perasaan hati dan suasana di kala itu.

 3. Lakukan setiap hari
Sejak bulan September dikala saya mulai menyimak gelombang 19 melalui ajakan teman yaitu Bu Ros saya sudah mulai menulis beberapa puisi di Blog. Kemudian saya bagikan dalam grup wa teman di sekolah

4. Setelah semua terbiasa mulai tingkatkan dengan membuat *peta konsep* atau *TOC* jika tulisan yang kita buat ingin dijadikan sebuah buku.
Saya berharap besar akan terwujudnya impian saya untuk membuat buku solo yang berisi syair-syair puisi karya saya.

5. Mulailah join menulis *Buku Antologi* (Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri menjadi seorang penulis).
Sebelum memulai belajar menulis pada gelombang 21, saya memberanikan diri untu bergabung dengan Pak Mukminin dalam buku Antalogi puisi. Kemudian bergabung dalam buku Antalogi menulis cerpen dengan tema Gairah Menulis bersama Bu Kanjeng dan Bu Aam. Besar harapan saya suatu hari dapat menerbitkan buku Solo.

Awalnya hal-hal yang disampaikan Bu Rita ini adalah benar-benar masalah yang saya rasakan. Tetapi dengan bekal nekat sambil selalu ingin belajar dan meminta masukan dari teman dan saudara saya berusaha maju tanpa menghiraukan masalah penulis pemula.

Bu Rita mengemukakan ada 6 Rahasia penulis, saya berharap rahasia ini dapat menjadi kenyataan seiring dengan berjalannya waktu mengikuti proses belajar menulis gelombang 21 ini, saya dapat membuat buku solo dan dapat lulus dalam pelatihan ini.

Bu Rita membagikan Link ini supaya peserta dapat mengetahui bagaimana tulisan yang baik sehingga dapat dilirik oleh penerbit. https://www.kompasiana.com/ritapinang/5f4b29f3d541df030a41e7d4/cara-memilih-judul-dan-tema-agar-tulisan-kita-layak-terbit 
Dalam Link ini Bu Rita mengatakan bahwa ada empat motivasi dalam menulis :
1. Profit
2. Nirlaba
3. Branding/promosi
4. Memenuhi Regulasi
Begitu lengkap motivasi seseorang dalam menulis. Menurut saya seorang guru yang sederhana dan mau mencoba menulis dengan konsisten, kemudian berharap karya tulisan saya ini dapat bermanfaat bagi orang lain, itulah motivasi saya dalam menulis.

Materi malam ini sungguh dapat membangkitkan gelora menulis para peserta, begitu banyak pertanyaan yang diajukan peserta, dan dengan mantap dan lugas dijawab oleh Bu Rita sebagi pemateri. 
Semoga materi yang disampaikan Bu Rita dapat terwujud menjadi karangan karya indah bagi semua peserta, yaitu Menulis Hingga Menerbitkan Buku. Terima kasih atas semua yang telah Bu Rita sampaikan, bisikku dalam hati... Kabulkan doa ku Ya Allah dapat menerbitkan buku solo.

Kamis, 07 Oktober 2021

"BIMBANG"

Berat jalani sekeping hati terdampar sepi
Bimbang rasa untuk pertimbangkan keputusan
Saat duka menaungi kesunyian gelap malam 
Berdiri di persimpangan tak tentu arah kemana kaki melangkah

Langkah gontai lemah lirih rintih permohonan
Sampaikan maksud sampai tujuan
Payung kabut berganti sutera lembut 
Kalungkan kesabaran tiada batas

Di simpang jalan temui kerikil tajam
Menusuk kaki tak rasa berdarah
Coba melangkah walau tertatih
Bimbang..., hati berkata dalam keraguan
Terus melangkah atau hentikan
Nikmati perjalanan atau diam termangu menyesali...

Rabu, 06 Oktober 2021

Trik Cepat Menulis Resume Di Blog

Materi malam ini yang diisi oleh pemateri cantik yang bernama Bu Maesaroh, M.Pd, dan moderator Bu Aam yang lincah dan baik hati. Setelah mendengar penjelasan Bu Mae mengenai "Trik Cepat Menulis Resume Di Blog" membuat saya berasa seperti remahan rengginang yang tidak ada apa-apanya dibandingkan kemampuan beliau. Tetapi sebagai orang yang memiliki kemampuan baik, Bu Mae selalu menyampaikan dengan rendah hati,memberi motivasi,semangat supaya peserta berkeinginan menjadi penulis handal. 
Bu Mae berkata "Menulislah dengan gaya sendiri, jika terasa sulit kuncinya hanya *menulis dan teruslah menulis* semakin sering semakin terampil, menulislah dengan kekhasan, sampai orang mencari tulisanmu". Menurut saya ini merupakan pendapat yang sangat baik dan menyejukkan hati sehingga kita dapat percaya diri akan hasil karya kita. Dalam menulis jangan pernah kita berpikiran bahwa kita tidak percaya diri pada hasil tulisan kita justru semakin banyak kita menulis semakin banyak kita membaca hasil tulisan dari orang lain maka ini menambah pengetahuan kita dalam berkreasi untuk menghasilkan karya tulisan yang lebih baik.
Bu Mae juga mengatakan "Sebagai penulis pemula, memang bukan hal yang mudah untuk menumbuhkan sikap percaya diri.
Untuk menjadi penulis handal, kita harus memupuk mental baja dalam menulis dengan cara:
1. Tanamkan sikap percaya diri. Jangan merasa malu, karena tulisan yang kita anggap jelek akan menjadi luarbiasa bagi mereka yang tidak pernah belajar menulis.
2. Siap dengan segala kritikan. Meskipun terkadang budaya memuji lebih banyak dari budaya mengkritik, namun pujian itu harus membuat kita semakin memperbaiki tulisan. 
3. Bangunlah tulisan di berbagai Blog.
Hal ini amat perlu karena terkadang orang akan bosan melihat penampilan kita yang itu2 saja. Ibarat memakai baju, tentu orang akan bosan jika baju yang kita pakai hanya warna hijau saja. Itulah sebabnya tulisan harus memiliki warna lain, salah satunya  tulisan kita pada blog lainnya.
Menulis di berbagai blog juga menanamkan mental penulis yang mudah beradaptasi dan tak segan memberi perubahan. 
Dengan membaca materi dari Bu Mae semakin tumbuh rasa percaya diri di dalam diri saya dan niat dalam hati bahwa saya akan terus menulis dan akan terus menulis.
Untuk untuk dapat menjadi seorang penulis yang baik kita harus banyak membaca dan untuk membuat resume tercepat dalam pembelajaran kita harus menggunakan 2 alat gawai seperti HP dan laptop yang akan memudahkan kita dalam membuat resume. Menurut Bu Mae, pengalamannya apabila ingin resume kita dibaca oleh banyak orang kita harus menampilkan yang pertama sehingga follower kita bertambah banyak dan masukan serta kritikan yang membangun juga akan bertambah dalam blog kita.
Dalam tulisan yang kita sampaikan kita harus memiliki ciri khas karakter kemudian kita harus menjadikan tulisan kita itu tidak monoton artinya harus ada variasi harus ada ada hal-hal baru yang ditampilkan sehingga pembaca tertarik dengan karya tulisan kita. Seperti dicontohkan Bu Mae "Tere Liye" tanpa dipaksakan orang akan mencari apa yang disampaikan dalam tulisan tersebut. Begitu juga dengan tulisan kita harus mempunyai ciri khas sehingga pembaca selalu menantikan kan tulisan karya kita.
Dalam pemaparan materi malam ini begitu banyak pertanyaan yang diajukan oleh peserta karena semua memiliki antusias ingin membuat resume tercepat dengan trik yang dibagikan oleh Bu Mae, dan tertarik dengan hadiah yang akan diberikan berupa buku dari pemateri langsung. Semua pertanyaan langsung dijawab dengan lugas dan jelas oleh Bu Mae.
Di akhir penjelasan materi Bu Mae memberikan suatu pemenggalan ayat motivasi yang berbunyi "Jadilah manusia cerdas yang siap menerima perubahan".
Dalam hati saya tanamkan ayat motivasi dari Bu Mae semoga kedepannya saya dapat menjadi penulis handal seperti beliau yang memiliki banyak buku yang sudah di hasilkan.

Selasa, 05 Oktober 2021

"GALAU"

Hari ini jiwaku berkecamuk
Berada pada posisi tak nyaman
Karena suatu pertimbangan yang tak tepat
Ku ingkari ucapan terlontar saat emosi merapat

Sebenarnya ini bukan suatu kesalahan
Bukan pula suatu penghianatan
Tapi ini berupa janji kepada Tuhan
Diingkari demi berbagai pertimbangan

Berdiri posisi tak nyaman tak mengenakkan
Bagai tidur di atas sekeping papan
Berbalik badan jatuh jadi taruhan
Paksakan lurus tak ada kekuatan

Akhirnya dengan berat aku putuskan
Ambil upeti walau berat laksanakan
Sungguh kewajiban telah aku tuntaskan
Tapi ada rasa sedikit ingkar janji pada Tuhan

Rasa ini tak dapat ku lupakan
Apakah dapat hilang dengan mohon ampunan
Aku seperti orang yang kebingungan
Saat semua telah aku putuskan
Apakah ini Penyesalan ataukah pemanfaatan ?

Susan Anggraini " Menulis sebagai Passion"


        Senin malam tanggal 4 Oktober 2021 pukul 19.00 sampai 21.30 pertama sekali saya mengikuti pembelajaran menulis dalam gelombang 21 bersama pemateri Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd dengan panggilan familiar Bu Kanjeng, dengan moderator Bu Maesaroh. Mengawali pembelajaran Bu Maesaroh sebagai moderator memperkenalkan narasumber sebagai Guru Besar bagi kita semua yang kiprahnya di dunia literasi patut diancungi jempol, walau usianya tak lagi muda tetapi beliau tidak pernah berhenti berkarya. Memiliki sumbangsih besar untuk negeri literasi yang memotivasi generasi muda.
        Materi yang disampaikan berjudul WRITING IS MY PASSION . Saat pertama mendengar voice note perkenalan dari Bu Kanjeng, rasanya seperti nyanyian buluh perindu... merduu sekali.. Rasa penasaran semakin bangkit ingin melanjutkan apalagi informasi berikutnya. Beliau mengatakan bahwa "Menulis itu menjadi passion yang menjanjikan supaya bapak ibu guru hebat dapat menjadi seorang penulis akan naik kelas dan mendapat penghargaan serta memiliki kemantangan akan dihormati dan dianggap memiliki intelektual yang lebih dari yang lain". Ya Allah.. rasanya semakin melambung terbang melayang angan-angan andai Saya dapat menjadi seorang yang memiliki passion menulis seperti beliau.
        Bahasan materi yang ditampilkan oleh moderator yaitu Bu Mae adalah


Setelah membaca materi ini saya merasa berbunga-bunga, ternyata benar dari segi sosial bahwa orang yang memiliki kemampuan menulis yang baik akan dipandang sebagai seseorang yang memiliki intelektual dan kematangan berpikir dan profesi penulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai. 
        Rasa bergelora di dalam hati semakin semangat ingin mendalami kegiatan menulis ini. Di sisi dalam hati ada hal yang dipungkiri bahwa apabila saya mendalami kegiatan menulis yang mulai menjadi magnet dalam hobby baru saya, bahwa ada kewajiban lain yang harus saya penuhi. Sebagai tenaga pengajar, sebagai ibu dari dua orang anak, sebagai istri yang harus mengabdikan diri kepada suami. Mundur selangkah harapan di hati ini, tetapi tetap paksakan diri untuk mendengar materi berikutnya yaitu 


Materi yang disampaikan ini menjawab kegelisahannku secara langsung, apabila semua dijadikan alasan mau sampai kapan saya akan memulai menulis. Saya berusaha menjawab sendiri pertanyaan yang ada di dalam pikiran ini. 
        Saya mencoba memahami sebenarnya apa alasan saya untuk menulis perlahan berbisik hati kecil ini bahwa menulis itu merupakan hal menyenangkan yang dapat menyalurkan hobbi jemari ini supaya ada wadah yang dapat memfasilitasi sehingga karya yang telah saya buat dapat dinikmati dan bermanfaat bagi orang banyak. Tekad semakin kuat dan bulat dengan mengenyampingkan masalah yang ada, bagaimanapun saya akan terus menulis, bisikku dalam hati.
       Mulai saya pahami materi berikutnya bagaimana hasil tulisan yang saya buat sesuai dengan kriteria penulis yang baik berdasarkan materi yang disampaikan.

Berdasarkan materi yang disampaikan Bu Kanjeng bahwa penulis yang baik itu haruslah (Read) banyak membaca untuk menambah pengetahuan kita baik buku yang bersifat umum atau spesifik. (Discuss) Berdiskusi kepada sesama penulis atau mentor sehingga kita dapat saling berbagi informasi dan saling memberi masukan mengenai tulisan kita. (Look&Feel) sebagai penulis kita harus banyak melihat lingkungan sekitar kita baik secara langsung maupun melalui media. (Socialize) Penulis yang baik juga harus banyak pengetahuan pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita jadikan masukan untuk menulis karya kita lebih baik lagi. 
                Adapun yang menjadi Writing Preparation dalam menulis adalah :
1. Menggali dan menemukan gagasan / ide
2. Menentukan tujuan, genre, dan segmen pembaca
3. Menentukan topik
4. Membuat Outline
5. Mengumpulkan bahan materi/buku
        Materi berlanjut semakin malam semakin larut, di akhir materi terselip pesan dalam slide terakhir bahwa menulis itu harus sabar. Dalam artian kita harus sabar menjalani prosesnya dan menunggu hasil dari karya kita sehingga apa yang kita cita-citakan dapat terwujud. Selama mengikuti materi yang disampaikan banyak menambah pengetahuan yang sebelumnya tidak saya ketahui. Semoga dalam belajar menulis bersama gelombang 21 ini memberikan manfaat besar bagi saya dan bapak ibu sesama penulis dalam menggali pengetahuan untuk kebaikan di masa mendatang. 
        







Senin, 04 Oktober 2021

puisi " Ingat"

Tertegun termangu mengingat tanggal ini
Tanggal tak bersejarah bagiku
Tinggalkan luka dalam saat mengingatnya
Tak tahu aku sungguh tak tahu.. bagai pedang sayat sembilu

Hari bahagia lalui bersamamu pelipur lara pendamping cinta
Besar kejujuran banyak kasih tercurahkan
Hari ini tergores luka bangkitkan lara
Luka yang tersiram cuka belum tanding rasa sakitnya
Coba kuat dan bertahan walau sakit meradang..

Andai... Musyawarah jadi penengah
Takkan luka ini dalam menganga kawah Merapi lontarkan magma 
Rasa mimpi tapi nyata bukti sakitnya hati lugu penuh percaya
Tanggal ini sungguh buat luka lara sepanjang masa
Susah lupa sakit untuk dikenang kenangan tak seindah permadani terhampar

Harap cemas dalam doa kepada Maha Kuasa
Hilang ingatan bagai ikan dalam laut tak rasa asinnya
Semoga tiada lagi hari duka dimasa yang akan datang
Bersanding bahagia lahir dan bathin harapan kita semua



Cerpen : Putaran Waktu

Hari ini Aku merasa waktu begitu cepat berlalu, berusaha aku mengingat waktu yang telah aku lewati sepanjang hidupku. Ternyata tak ada sedikitpun waktu itu akan kembali lagi dan mengulang lagi semua apa yang telah aku alami. Semua berlalu bagai desir angin di tepi pantai yang ombaknya bergemuruh memecah karang. Begitu juga dengan diriku yang semakin hari tanpa aku sadari usiaku semakin bertambah dan kesempatanku untuk hidup semakin berkurang. Ya Allah kemana hendak ku sandar biduk perahu yang telah di jalani selama bertahun-tahun.
Begitu kompleks masalah itu yang telah aku alami, baik itu masalah dalam keluarga, masalah di sekolah, masalah hidup di masyarakat, masalah kedekatanku pada yang Maha kuasa, masalah anak, bahkan masalah dengan suami semuanya terbungkus rapi tanpa ada yang tahu masalah itu.
 Aku adalah seorang artis yang pandai bermain peran, saat sebentar menangis saat sebentar tertawa tersenyum lebar menyapa tanpa ada yang tahu cerita yang kualami. Ku tegarkan tubuh besar tinggiku, kumanis kan pesona wajah indahku, aku sopan kan tutur bahasa perkataanku ku hiasi semuanya dengan hal-hal fatamorgana dari kenyataan hidupku.

Sabtu, 02 Oktober 2021

Puisi "Malam Mingguan"

Duduk termangu menatap langit penuh bintang
Tunggu kekasih bila kan datang
Berdiri di depan pintu terasa goyang
Jantung berdebar sangatlah kencang

Baju baru langsung kenakan semalam
Senang belian ibu di pasar malam
Cantik rapi berlukiskan bunga sedap malam
Harap menunggu sampai larut malam

Dua waktu sholat telah dijalankan
Kekasih pujaan tak nampak di pandangan
Hati bertanya kiranya ada apa gerangan tuan ?
Rupanya Allah tak izinkan pertemuan...

Menulis Laksana Melukis Pemandangan

Menulis Laksana Melukis Pemandangan
Penulis : Susan Anggraini, S.Pd
Hari berganti waktu berlalu ikuti putaran waktu. Tanpa terasa usiaku memasuki empat puluh tahun, usia pendewasaan yang membuat seseorang menjadi matang dalam memutuskan sesuatu hal berkaitan dengan jalan kehidupan. Usia ini benar - benar penggemblengan yang kurasa sangat menguji keimanan. Alhamdulillah semua masalah kuhadapi dengan selalu bersandar pada keagungan Allah sang pencipta takdir manusia. Keyakinan akan "Badai pasti berlalu" menjadi penguat langkahku dalam menuju masa depan.
       Menulis merupakan passion sedari dulu sebenarnya sudah merasuki kebiasaanku, karena setiap ada hal yang dapat ku tuangkan melalui tulisan biasanya ku goreskan melalui sosial media, sayangnya tulisan yang kubuat itu berlalu saja seiring notifikasi di sosial media pribadiku. Tulisan yang dibuat bisa mewakilkan perasaan bahagia, kegalauan, kesedihan, rasa kagum, serta terselip rasa penasaran, semua kumasukkan dalam wadah sosial media. Setelah upload tulisan ada rasa lega dan bahagia karena perasaan tersampaikan. Sekian lama menulis di sosial media aku merasakan hanya ada kepuasan sesaat karena hanya sekilas tulisanku dapat dinikmati pengguna sosial media.
Suatu hari teman seperjuangan sesama pengajar di sekolah tempat kami menuangkan ilmu pengetahuan dan mendidik putra- putri harapan bangsa, mengajakku untuk menulis dan mengikuti pelatihan menulis. Awalnya kuanggap hanya sekedar tawaran manis yang membuat harapan baru dan tidak ada kaitan dengan profesi dan pengabdianku. Siang itu hari Rabu cuaca cerah sekali, di dalam kantor ruang guru kulihat beberapa teman penulis senyum bahagia membawa benda berbungkus plastik berbentuk segiempat yang baru sampai di mejanya, dengan penuh tanda tanya "apakah benda itu ?" gumamku dalam hati. " Kiriman paket apa itu Bu?" pertanyaanku lugas tanpa basa basi mengarah kepada temanku yang sudah duluan ikut pelatihan menulis. "Ini buku antalogi karya kami bersama" begitu jawab teman sekantorku.
Ups.. rasa tersengat tawon gairah menulisku terpacu kencang dan berkata dalam hati, "Mengapa aku lalai tertinggal dengan hal menulis seperti ini?, Apakah aku tidak mampu menulis?,, Begitu malaskah aku selama ini? Sampai kapan aku berada di zona kesibukan yang tak jelas sampai mana ujungnya?" Semua pertanyaan itu berkecamuk dalam pikiranku. Segera kutenangkan hati yang bergelora ini. Sebenarnya aku yang tahu semua jawaban dari semua hal yang aku pertanyakan.dalam diriku.
Keesokan harinya dengan senyum manis temanku mendekati meja tempat dudukku yang letaknya tepat di bawah AC, sehingga sejuk dingin sangat terasa. "Ayo Susan.. semangat ikutilah grup belajar menulis yang Ibu ikuti, banyak ilmu pengetahuan, pengalaman, motivasi, dan kita dapat belajar menulis secara langsung dengan bimbingan penulis-penulis hebat" kata Bu Ros menyemangatiku. Aku tertegun sejenak.. kagum dengan motivasi beliau yang tanpa pamrih memotivasi kawan guru diruang kantor sekolah kami, sehingga banyak mulai banyak teman sesama guru yang mengikuti jejak beliau.
Muncul niat dan keinginan dari hati kecilku, aku harus dapat mempunyai buku antalogi menulis seperti teman-teman pengajar di sekolahku. Mulai ku ikut bergabung pada grup menulis yang dibagikan temanku, beberapa hari kusimak grup menulis itu, tak juga buatku terpancing untuk mengikuti tugas yang diberikan. Terlintas dalam pikiranku sepertinya tak mampu aku ikuti, karena grup ini untuk orang pandai menulis. Akhirnya aku keluar dari grup menulis, ternyata malam harinya aku dapat pesan japri lewat WA dari tokoh Blogger Indonesia yaitu Om Jay, aku jadi terhenyak dalam hening malam. " Apakah ini pertanda aku tak boleh menyerah sebelum mencoba? " gumamku dalam hati. Aku bergabung lagi dalam grup menulis dan aku simak semua obrolan yang ada di grup.
Selang berapa hari kemudian tergelitik jemariku coba merangkai kata menjadi puisi. Diawali dengan bantuan teman membuat blog untuk pertama kalinya, ku rangkai kata menjadi sebuah puisi dan bagikan dalam grup sesama guru wanita.“Grup Kartini Cantik“ namanya..., di sana banyak komentar teman atas puisi yang ku tuliskan. Lanjut lagi dengan semangat menulis puisi ku lakoni untuk yang kesekian kalinya. Tak lupa pula ku bagikan puisi karyaku pada kakak sulung lulusan FKIP Bahasa Indonesia Universitas terkemuka di Yogayakarta, selalu ku minta masukkan dan kritikkan dari beliau. Walhasil begitu banyak masukan dan kritikan membangun dari kakakku. Walau terkadang kriktikan itu sedikit pedas, tapi kuanggap sebagai pembelajaran kedepannya ku harus lebih baik dalam pemilihan kata yang dituliskan dalam puisi sehingga puisi karyaku memiliki kesan mendalam bagi pembaca.
Suatu hari dalam grup WA yang ku ikuti mendapat tawaran ‘Antalogi Puisi Pasti Terbit’ bersama Pak Mukminin, setelah kubaca ternyata itu adalah kumpulan antalogi dari puisi yang masing-masing anggotanya membuat 5 (lima) puisi kemudian dibuat menjadi satu buku antalogi puisi. Aku segera bergabung dan membuat puisi-puisi dengan penuh semangat dengan mengikuti aturan yang ada dalam grup puisi tersebut. Alhamdulillah 5 (lima) puisi pilihan telah aku kumpulkan. Dan aku berharap antalogi puisi yang aku ikuti akan segera terbit dan menjadi buku antalogi pertamaku.
Aku merasa bahagia karena akan memiliki buku antalogi yang namaku tertera di dalam buku tersebut. Pada hari berikutnya disaat ada waktu luang bersama HP pribadiku memulai merangkai kata menjadi puisi yang menceritakan mengenai pengalaman kehidupan yang aku alami. Aku merasakan hobbi menulis puisi tersalurkan dalam wadah yang tepat. Harapan yang tersimpan di dalam hatiku adalah aku ingin menciptakan buku solo yang berisi puisi-puisi karya ku yang dibukukan sebagai apresiasi hobby yang sekarang ini aku sukai.
Aku tertantang untuk masa yang akan datang membuat sebuah novel yang menceritakan tentang perjalanan kehidupan dimasa kecil yang kulalui penuh dengan cerita yang aku jadikan sebagai pengalaman titik tolak keberhasilanku dimasa sekarang. Semoga ini dapat menjadi kenyataan dan dapat menjadi kebanggaan bagi diriku karena aku merasa dengan menulis dapat mewakili perasaan serta memiliki kepuasan batin di tengah-tengah kesibukan yang aku jalani sebagai tenaga pengajar. Dan kemampuan menulis ini akan aku tularkan pada putri - putriku supaya mereka dapat menikmati indahnya menulis seperti melukis pemandangan alam yang dapat membuat hati kita bahagia serta memberi hiburan dan manfaat bagi orang banyak saat membaca goresan tulisan karya kita..





PROFIL PENULIS

SUSAN ANGGRAINI, S.Pd lahir di Pangkalpinang 20 November 1980. Sekolah di SD Negeri 12, SMP Negeri 1 Pangkalpinang, SMA Negeri 1 Palembang, kuliah di Universitas Sriwijaya Prodi FKIP Ekonomi Akuntansi lulus tahun 2003. Penulis seorang guru di SMK Negeri 2 Pangkalpinang.
Sebagai guru Sejarah Indonesia kemampuan bercerita di kelas memberikan tantangan tersendiri, hal ini penulis rasakan termasuk dalam memotivasi siswa menjadi pribadi tangguh dan berakhlak mulia. Sebagai guru penulis harus memastikan para siswa mengerti tantangan masa depan yang akan mereka hadapi, mereka harus siap menghadapi tantangan itu dengan mempersiapkan diri untuk terjun langsung dalam dunia kerja yang sesungguhnya..
Dalam menulis belum banyak pengalaman yang dapat dibagikan. Penulis baru belajar menulis puisi setelah mendengar cerita teman sesama guru yang telah memiliki buku analogi. Penulis tergoda untuk mengasah kemampuan merangkai kata menjadi bait puisi dan dibukukan dalam Analogi Puisi bergabung dengan Pak Mukminin dari Lamongan. Semoga kedepannya Penulis dapat menghasilkan karya yang lebih baik lagi dan menjadi pujangga yang bergelut dengan puisi-puisi indah.
- Alamat email : susan.anggraini17@gmail.com
- Blog : susansukses.blogspot.com
- FB : susandani

Kamis, 30 September 2021

puisi " HUJAN"

Hujan

Butiran air turun dari langit basahi hati kering kerontang
Rasa sejuk damai mengalir padang tandus debu berserakan
Bagikan rezeki kaum dhuafa menanti kasih
Sirami bunga kehidupan yang hampir layu mati

Anak kecil berlarian basahkan diri sambut riuh gelak tawa bahagia
Tempayan kosong terisi penuh air lambang kenikmatan
Semangat batang pohon kering hidup kembali
Lihat tanah kuning bahagia bergelut cacing menggeliat

Dikejauhan batu gunung mengkilat diterpa percikan kilat menyapa
Suasana syahdu merasuk hati ciptakan damai terasa
Sungguh indah pemandangan, awan biru lembut bertahtakan pelangi
Syukur ku panjatkan atas nikmat Mu... Ya Allah...